Blogger news

Senin, 28 April 2014

Izinkan Aku Menangis Karena Cinta




Bismillah…
Menangis? Benarkah ia isyarat kelemahan?saya katakan tidak, menangis bukanlah karena lemah, justru ia untuk menjadikan kita kuat. Benarkah ia simbol kesedihan? tidak selalu, kadangkala menangis itu karena perasaan haru yang teramat sangat, bahagia yang tak terlukiskan, atau rindu yang terpendam.

Pernahkah kau menangis dalam kesunyian, dalam sepertiga malam, dalam do’a-do’amu, dalam sujud panjangmu…dalam dekapan Tuhanmu…jika kau pernah merasakannya itulah nikmat dari Allah. Maka bersyukurlah bila masih bisa menangis. Menangislah bila kau ingin menangis. Karena Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun pernah menangis.

Kisah dibawah ini salah satunya yang membuat saya juga menangis…

Pernah suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menangis sepanjang malam. Apa yang membuat beliau menangis sepanjang malam? Apakah istri? Anak keturunan? Harta benda dan kebun-kebun? Ternyata bukan karena hal-hal duniawi tersebut.
Beliau menangisnya karena dalam shalatnya beliau membaca Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 118 yang menceritakan doa untuk umatnya, untuk kita. Beliau shalat sambil menangis hingga waktu Subuh tiba. Beliau terus mengulang-ulang ayat tersebut. “Jika Engkau siksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-MU, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
”Kemudian beliau memanjatkan kedua tangan seraya berdoa, “Ya Allah, umatku .. umatku ..”
Lalu beliau menangis tersedu-sedu. Allah SWT berkata kepada Jibril, “Wahai Jibril, pergi dan temuilah Muhammad. Tuhanmu Maha Mengetahui. Sekarang tanyakan kepadanya, kenapa dia menangis?”
Jibril pun menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menanyakan sebab musabab beliau menangis. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berterus terang kepada Jibril mengenai kekhawatiran beliau pada umat beliau. Jibril pun melaporkan pengaduan Rasulullah itu kepada Allah.
Allah menjawab, “Sekarang, pergi dan temui Muhammad. Katakan padanya bahwa Aku meridainya untuk memberikan syafaat kepada umatnya dan Aku tidak akan berbuat buruk kepadanya (selama tidak menyekutukan Allah).” (HR. Muslim dan Ath-Thabari)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam , manusia mulia itu, laki-laki agung itu, menangis dalam shalatnya. Menangis memohon ampunan untuk umatnya.
Subhanallah…Sungguh besar cinta Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pada kita. Bagaimana dengan kita? Menangiskah kita ketika mengingat Allah dan Rasul-Nya?
Ya Robbi…
Izinkan aku menangis karena mencintai-Mu dan Rosul-Mu…
Izinkan aku menangis karena mencintai sahabat-sahabat Rosulullah SAW…
Izinkan aku menangis karena mencintai ayah bundaku…
Izinkan aku menangis karena mencintai saudara-saudaraku yang berjuang di jalan-Mu…
Izinkan aku menangis karena mencintai sahabat-sahabatku yang tak pernah lelah berjuang untuk-Mu…
Izinkan aku menangis karena mencintai anak-anak didik kami yang akan meneruskan dakwah-Mu…
Izinkan aku menangis karena mencintai anak-anak yang akan keluar dari rahimku nanti, yang akan berjuang di jalan-Mu…walaupun belum ku tau kapan Engkau anugerahkan untukku…
Izinkan aku menangis untuk seorang yang akan menjadi Ayah bagi anak-anakku nanti…
Izinkan aku menangis karena mencintai berjuang di jalan-Mu…
Izinkan aku menangis karena cinta…
Cinta yang akan membawaku ke surga-Mu…
Cinta yang akan menjadikanku berkumpul bersama mereka di surga-Mu…
Hingga pada akhirnya cinta itu adalah ketika sudut matamu gerimis saat berdo’a untuknya, orang-orang yang engkau cintai karena Allah, dari kejauhan, dalam kesunyian, dalam pekatnya malam, dalam sujud-sujud panjangmu…
Ya Robbi…
Mudahkanlah semua urusan kami…mudahkanlah semua urusan saudara dan sahabat kami di sini, di seluruh Indonesia, di Palestina, di Mesir, di Suriah, di Turki, di Irak dan di seluruh dunia, tolonglah dan selamatkanlah kami dari tipu daya orang-orang kafir.
Simpulkanlah cinta kami dalam mahabbah kepada-Mu, kokohkan langkah kami untuk terus berjuang di jalan-Mu…Ampuni kami yang slalu berbuat dosa kepada-Mu…
Semoga kita yang dalam lingkaran cinta karena Allah dikumpulkan bersama Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di Jannahnya nanti…aamiin ya mujiib…
barokallahu fiikum...

wallahu a'lam bishowab...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Senin, 28 April 2014

Izinkan Aku Menangis Karena Cinta




Bismillah…
Menangis? Benarkah ia isyarat kelemahan?saya katakan tidak, menangis bukanlah karena lemah, justru ia untuk menjadikan kita kuat. Benarkah ia simbol kesedihan? tidak selalu, kadangkala menangis itu karena perasaan haru yang teramat sangat, bahagia yang tak terlukiskan, atau rindu yang terpendam.

Pernahkah kau menangis dalam kesunyian, dalam sepertiga malam, dalam do’a-do’amu, dalam sujud panjangmu…dalam dekapan Tuhanmu…jika kau pernah merasakannya itulah nikmat dari Allah. Maka bersyukurlah bila masih bisa menangis. Menangislah bila kau ingin menangis. Karena Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun pernah menangis.

Kisah dibawah ini salah satunya yang membuat saya juga menangis…

Pernah suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menangis sepanjang malam. Apa yang membuat beliau menangis sepanjang malam? Apakah istri? Anak keturunan? Harta benda dan kebun-kebun? Ternyata bukan karena hal-hal duniawi tersebut.
Beliau menangisnya karena dalam shalatnya beliau membaca Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 118 yang menceritakan doa untuk umatnya, untuk kita. Beliau shalat sambil menangis hingga waktu Subuh tiba. Beliau terus mengulang-ulang ayat tersebut. “Jika Engkau siksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-MU, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
”Kemudian beliau memanjatkan kedua tangan seraya berdoa, “Ya Allah, umatku .. umatku ..”
Lalu beliau menangis tersedu-sedu. Allah SWT berkata kepada Jibril, “Wahai Jibril, pergi dan temuilah Muhammad. Tuhanmu Maha Mengetahui. Sekarang tanyakan kepadanya, kenapa dia menangis?”
Jibril pun menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menanyakan sebab musabab beliau menangis. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berterus terang kepada Jibril mengenai kekhawatiran beliau pada umat beliau. Jibril pun melaporkan pengaduan Rasulullah itu kepada Allah.
Allah menjawab, “Sekarang, pergi dan temui Muhammad. Katakan padanya bahwa Aku meridainya untuk memberikan syafaat kepada umatnya dan Aku tidak akan berbuat buruk kepadanya (selama tidak menyekutukan Allah).” (HR. Muslim dan Ath-Thabari)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam , manusia mulia itu, laki-laki agung itu, menangis dalam shalatnya. Menangis memohon ampunan untuk umatnya.
Subhanallah…Sungguh besar cinta Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pada kita. Bagaimana dengan kita? Menangiskah kita ketika mengingat Allah dan Rasul-Nya?
Ya Robbi…
Izinkan aku menangis karena mencintai-Mu dan Rosul-Mu…
Izinkan aku menangis karena mencintai sahabat-sahabat Rosulullah SAW…
Izinkan aku menangis karena mencintai ayah bundaku…
Izinkan aku menangis karena mencintai saudara-saudaraku yang berjuang di jalan-Mu…
Izinkan aku menangis karena mencintai sahabat-sahabatku yang tak pernah lelah berjuang untuk-Mu…
Izinkan aku menangis karena mencintai anak-anak didik kami yang akan meneruskan dakwah-Mu…
Izinkan aku menangis karena mencintai anak-anak yang akan keluar dari rahimku nanti, yang akan berjuang di jalan-Mu…walaupun belum ku tau kapan Engkau anugerahkan untukku…
Izinkan aku menangis untuk seorang yang akan menjadi Ayah bagi anak-anakku nanti…
Izinkan aku menangis karena mencintai berjuang di jalan-Mu…
Izinkan aku menangis karena cinta…
Cinta yang akan membawaku ke surga-Mu…
Cinta yang akan menjadikanku berkumpul bersama mereka di surga-Mu…
Hingga pada akhirnya cinta itu adalah ketika sudut matamu gerimis saat berdo’a untuknya, orang-orang yang engkau cintai karena Allah, dari kejauhan, dalam kesunyian, dalam pekatnya malam, dalam sujud-sujud panjangmu…
Ya Robbi…
Mudahkanlah semua urusan kami…mudahkanlah semua urusan saudara dan sahabat kami di sini, di seluruh Indonesia, di Palestina, di Mesir, di Suriah, di Turki, di Irak dan di seluruh dunia, tolonglah dan selamatkanlah kami dari tipu daya orang-orang kafir.
Simpulkanlah cinta kami dalam mahabbah kepada-Mu, kokohkan langkah kami untuk terus berjuang di jalan-Mu…Ampuni kami yang slalu berbuat dosa kepada-Mu…
Semoga kita yang dalam lingkaran cinta karena Allah dikumpulkan bersama Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di Jannahnya nanti…aamiin ya mujiib…
barokallahu fiikum...

wallahu a'lam bishowab...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.