Blogger news

Kamis, 24 April 2014

Standar Warna di Percetakan - Perbedaan antara ISO 2846 dan ISO 12647

Di sebuah percetakan terjadi perdebatan antara manajer produksi dengan manajer mutu tentang nilai CIEL*a*b* dari tinta yang dipakai, nilai CIEL*a*b* tersebut mengacu pada 2 standar ISO yang berbeda, yaitu ISO 2846 dan ISO 12647;
Karena masing-masing bersikukuh pada pendapatnya, maka saya mencoba memberikan penjelasan berupa tulisan di bawah ini.

ISO 2846
ISO 2846 adalah standar internasional untuk warna dan nilai transparensi tinta proses, saat ini sudah dirilis bagian ISO 2846 seperti tertera di bawah ini:
ISOJudul
ISO 2846-1:2006Teknologi Grafika

Warna dan Transparansi dari tinta cetak proses empat warna

– Bagian 1: Cetak Datar Offset (Lithography) Lembaran dan Cetak Datar Offset (Lithography) Gulungan Sistem Heat-set
ISO 2846-2:2007Teknologi Grafika
Warna dan Transparansi dari tinta cetak proses empat warna

– Bagian 2: Cetak Datar Offset Sistem Coldset
ISO 2846-3:2002Teknologi Grafika
Warna dan Transparansi dari tinta cetak proses empat warna

– Bagian 3: Cetak Dalam (Rotogravure) untuk Penerbitan
ISO 2846-4:2000Teknologi Grafika
Warna dan Transparansi dari tinta cetak proses empat warna

– Bagian 4: Cetak Saring (Screen)
ISO 2846-5:2005Teknologi Grafika
Warna dan Transparansi dari tinta cetak proses empat warna

– Bagian 5: Cetak Flexography


ISO 2846-1 mendefinisikan warna (L*a*b*), nilai transparansi (T) serta ketebalan tinta pada saat pencetakan yang diharuskan untuk tinta proses CMYK yang biasa dipergunakan pada pencetakan dengan metode cetak offset datar (lithography) lembaran dan cetak offset datar gulungan dengan sistem heat-set, sedangkan ISO 2846-2 hal yang sama untuk tinta proses CMYK yang biasa dipergunakan pada pencetakan koran.
Nilai colorimetric sesuai dengan ISO 2846-1 adalah:
Tinta
Nilai CIELAB
Transparensi
L*
a*
b*
Toleransi ΔEab*
T
Yellow
91
-5
95
4
0,12
Magenta
50
76
-3
5
0,08
Cyan
57
-39
-46
3
0,20
Black
18
1
-1
-
-
Kondisi Pengukuran warna adalah: iluminant D50, 2° observer, 0°/45° geometry
Toleransi untuk Tinta Black: Δa* ±1,5; Δb* ±3,0; L*≤18,0




ISO 12647
ISO 12647 adalah standar internasional untuk warna hasil proses cetak dan saat ini sudah dirilis bagian ISO 12647 seperti tertera di bawah ini:
ISOJudul
ISO 12647-1:2004Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak

– Bagian 1: Parameter dan Metode Pengukuran
ISO 12647-2:2004Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak

– Bagian 2: Proses Cetak Datar Offset (Offset lithography processes)
ISO 12647-2:2004/

Amd 1:2007
Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak
– Bagian 2: Proses Cetak Datar Offset PERUBAHAN 1
ISO 12647-3:2005Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak

– Bagian 3: Proses Cetak Datar Offset diatas kertas koran sistem dingin (Coldset offset lithography on newsprint)
ISO 12647-4:2005Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak
– Bagian 4: Proses Cetak Dalam untuk Penerbitan (Publication gravure printing)
ISO 12647-5:2001Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak

– Bagian 5: Proses Cetak Saring
ISO 12647-6:2006Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak
– Bagian 6: Proses Cetak Flexografi
ISO 12647-7:2007Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak
– Bagian 7: Proses Uji Cetak Langsung dari Data Digital


ISO 12647 mempunyai 7 bagian, bagian pertama yaitu ISO 12647-1 memuat parameter pencetakan dan metode pengukuran yang diterapkan dalam pembuatan ISO 12647 tersebut; Sedang 6 bagian lainnya merupakan target warna cetak proses CMYK untuk berbagai teknik cetak dan aplikasi tertentu, seperti cetak datar offset lembaran, cetak datar offset gulungan untuk cetak Koran, cetak dalam rotogravure untuk aplikasi penerbitan, cetak saring, cetak flexografi dan uji cetak langsung dari data digital.
Pada bagian kedua yaitu ISO 12647-2 mendefinisikan target warna yang dihasilkan dengan metode cetak datar offset lembaran atau cetak datar offset gulungan dengan system heat-set. Untuk cetak lembaran dipergunakan 3 macam kertas, masing-masing kertas berlapis mengkilap (glossy coated paper), kertas berlapis tidak mengkilap (matt coated paper) dan kertas tidak berlapis (uncoated paper) putih dan agak kuning, sedangkan untuk cetak datar offset gulungan system heat-set menggunakan kertas berlapis mengkilap ringan (Glossy LWC) yang sering dijumpai pada majalah-majalah luar negeri.
Parameter kertas yang dimaksud di atas adalah sebagai berikut:

No
Jenis Kertas
L*
a*
b*
Gloss
%
Gramatur
g/m2
1Kertas Berlapis Mengkilap
glossy coated wood-free paper
93
0
-3
65
115
2Kertas Berlapis Tidak Mengkilap

matt coated wood-free paper
92
0
-3
38
115
3Kertas Berlapis Mengkilap Ringan

glossy LWC paper
87
-1
3
55
65
4Kertas Tak Berlapis
uncoated white paper
92
0
-3
6
115
5Kertas Tak Berlapis

uncoated slightly yellowish paper
88
0
6
6
115

Toleransi:
±3
±2
±2
±5

Kondisi Pengukuran warna adalah: iluminant D50, 2° observer, 0°/45° geometry, black backing; pengukuran sesuai dengan ISO 8254-1:2003 metode TAPPI


Dan target warna hasil cetak sesuai dengan ISO 12647-2/Amd1 adalah:

Jenis Kertas
Warna
No 1 & No. 2
No 3
No 4
No 5

L*
a*
b*
L*
a*
b*
L*
a*
b*
L*
a*
b*
Black

K
16
0
0
20
0
0
31
1
1
31
1
2
Cyan

C
54
-36
-49
55
-36
-44
58
-25
-43
59
-27
-36
Magenta

M
46
72
-5
46
70
-3
54
58
-2
52
57
2
Yellow

Y
87
-6
90
84
-5
88
86
-4
75
86
-3
77
Merah

M+Y
46
67
47
45
62
39
52
53
25
51
55
34
Hijau

C+Y
49
-68
24
47
-60
25
53
-42
13
49
-44
16
Biru

C+M
24
16
-45
24
18
-41
37
8
-30
33
12
-29
Kondisi Pengukuran warna adalah:iluminant D50, 2° observer, 0°/45° geometry, black backing

Black
Cyan
Magenta
Yellow
Toleransi Deviasi
5
5
5
5
Toleransi Variasi
4
4*
4*
5*
*) kontribusi perbedaan warna (ΔH) harus dibawah 2,5

Posisi ISO 2846 dan ISO 12647
Sekarang sudah jelas bahwa nilai L*a*b* yang tertera di ISO 2846-1 adalah standar warna tinta cetak yang diatas materi kertas khusus untuk pengetesan, jadi hanya ada satu nilai L*a*b*; sedangkan ISO 12647-2 adalah standar warna hasil cetakan pada proses cetak dan materi cetak yang spesifikasinya sudah ditentukan, jadi untuk bagian 2 dari ISO 12647 saja sedikitnya ada 4 macam nilai L*a*b* untuk berbagai kertas yang dispesifikasikan, yaitu jenis glossy coated wood-free, matt coated wood-free, glossy LWC dan uncoated white.
Coba kita perhatikan satu contoh: Tinta warna Yellow yang mempunyai nilai 91/-5/95 sesuai dengan ISO 2846-1 setelah dicetak warnanya akan menjadi berbagai tampilan warna Yellow yang berbeda sesuai dengan metode dan kertas cetaknya, seperti: 88/-6/90; 84/-4/88; 86/-4/75 dan 86/-3/77.
Sesuai dengan standardisasi, secara otomatis penggunaan tinta cetak yang sudah sesuai dengan ISO 2846-1 akan menghasilkan hasil cetakan yang sesuai dengan ISO 12647-2 apabila parameter cetak lainnya memenuhi standar yang disyaratkan; demikian perlakuan yang sama terhadap ISO 2846-2 dengan ISO 12647-3.
Konklusi
Kedua standar ISO 2846 dan ISO 12647 memang berkaitan, namun penggunaan dan peruntukannya berbeda.
Standard ISO 2846 dipergunakan dalam industri manufatur tinta cetak dan atau yang belum lazim dipergunakan pada bagian penerimaan tinta cetak di percetakan (yang perlu diperhatikan pengukuran hanya dapat dilakukan setelah 24 jam tinta diuji-cetak).
Standard ISO 12647 dipergunakan dalam proses produksi pencetakan, ini meliputi antara lain: kurva reproduksi film separasi, plate cetak, penambahan nilai titik raster dan reproduksi warna dengan tinta proses CMYK (dalam menerapkan ISO 12647 sebaiknya tinta proses yang dipergunakan sudah memenuhi ISO 2846 terlebih dahulu, sehingga pengontrolan parameter cetak lainnya lebih mudah diatasi)
Mengacu pada penerapan standar tersebut oleh fabrikan-fabrikan tinta cetak internasional maupun percetakan-percetakan besar, sebagai pekerja grafika di Indonesia, saya menganjurkan agar kedua ISO tersebut dapat benar-benar diterapkan di Indonesia.
Penerapan standar internasional semacam ISO akan bermanfaat bagi percetakan sendiri, karena secara tidak langsung kompetensi operator cetak lebih baik dan nilai-nilai yang ada dalam standar tersebut dapat kita gunakan sebagai bagian dari kontrol produksi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Kamis, 24 April 2014

Standar Warna di Percetakan - Perbedaan antara ISO 2846 dan ISO 12647

Di sebuah percetakan terjadi perdebatan antara manajer produksi dengan manajer mutu tentang nilai CIEL*a*b* dari tinta yang dipakai, nilai CIEL*a*b* tersebut mengacu pada 2 standar ISO yang berbeda, yaitu ISO 2846 dan ISO 12647;
Karena masing-masing bersikukuh pada pendapatnya, maka saya mencoba memberikan penjelasan berupa tulisan di bawah ini.

ISO 2846
ISO 2846 adalah standar internasional untuk warna dan nilai transparensi tinta proses, saat ini sudah dirilis bagian ISO 2846 seperti tertera di bawah ini:
ISOJudul
ISO 2846-1:2006Teknologi Grafika

Warna dan Transparansi dari tinta cetak proses empat warna

– Bagian 1: Cetak Datar Offset (Lithography) Lembaran dan Cetak Datar Offset (Lithography) Gulungan Sistem Heat-set
ISO 2846-2:2007Teknologi Grafika
Warna dan Transparansi dari tinta cetak proses empat warna

– Bagian 2: Cetak Datar Offset Sistem Coldset
ISO 2846-3:2002Teknologi Grafika
Warna dan Transparansi dari tinta cetak proses empat warna

– Bagian 3: Cetak Dalam (Rotogravure) untuk Penerbitan
ISO 2846-4:2000Teknologi Grafika
Warna dan Transparansi dari tinta cetak proses empat warna

– Bagian 4: Cetak Saring (Screen)
ISO 2846-5:2005Teknologi Grafika
Warna dan Transparansi dari tinta cetak proses empat warna

– Bagian 5: Cetak Flexography


ISO 2846-1 mendefinisikan warna (L*a*b*), nilai transparansi (T) serta ketebalan tinta pada saat pencetakan yang diharuskan untuk tinta proses CMYK yang biasa dipergunakan pada pencetakan dengan metode cetak offset datar (lithography) lembaran dan cetak offset datar gulungan dengan sistem heat-set, sedangkan ISO 2846-2 hal yang sama untuk tinta proses CMYK yang biasa dipergunakan pada pencetakan koran.
Nilai colorimetric sesuai dengan ISO 2846-1 adalah:
Tinta
Nilai CIELAB
Transparensi
L*
a*
b*
Toleransi ΔEab*
T
Yellow
91
-5
95
4
0,12
Magenta
50
76
-3
5
0,08
Cyan
57
-39
-46
3
0,20
Black
18
1
-1
-
-
Kondisi Pengukuran warna adalah: iluminant D50, 2° observer, 0°/45° geometry
Toleransi untuk Tinta Black: Δa* ±1,5; Δb* ±3,0; L*≤18,0




ISO 12647
ISO 12647 adalah standar internasional untuk warna hasil proses cetak dan saat ini sudah dirilis bagian ISO 12647 seperti tertera di bawah ini:
ISOJudul
ISO 12647-1:2004Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak

– Bagian 1: Parameter dan Metode Pengukuran
ISO 12647-2:2004Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak

– Bagian 2: Proses Cetak Datar Offset (Offset lithography processes)
ISO 12647-2:2004/

Amd 1:2007
Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak
– Bagian 2: Proses Cetak Datar Offset PERUBAHAN 1
ISO 12647-3:2005Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak

– Bagian 3: Proses Cetak Datar Offset diatas kertas koran sistem dingin (Coldset offset lithography on newsprint)
ISO 12647-4:2005Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak
– Bagian 4: Proses Cetak Dalam untuk Penerbitan (Publication gravure printing)
ISO 12647-5:2001Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak

– Bagian 5: Proses Cetak Saring
ISO 12647-6:2006Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak
– Bagian 6: Proses Cetak Flexografi
ISO 12647-7:2007Teknologi Grafika

Kontrol proses untuk produksi titik raster separasi warna, uji cetak dan cetak
– Bagian 7: Proses Uji Cetak Langsung dari Data Digital


ISO 12647 mempunyai 7 bagian, bagian pertama yaitu ISO 12647-1 memuat parameter pencetakan dan metode pengukuran yang diterapkan dalam pembuatan ISO 12647 tersebut; Sedang 6 bagian lainnya merupakan target warna cetak proses CMYK untuk berbagai teknik cetak dan aplikasi tertentu, seperti cetak datar offset lembaran, cetak datar offset gulungan untuk cetak Koran, cetak dalam rotogravure untuk aplikasi penerbitan, cetak saring, cetak flexografi dan uji cetak langsung dari data digital.
Pada bagian kedua yaitu ISO 12647-2 mendefinisikan target warna yang dihasilkan dengan metode cetak datar offset lembaran atau cetak datar offset gulungan dengan system heat-set. Untuk cetak lembaran dipergunakan 3 macam kertas, masing-masing kertas berlapis mengkilap (glossy coated paper), kertas berlapis tidak mengkilap (matt coated paper) dan kertas tidak berlapis (uncoated paper) putih dan agak kuning, sedangkan untuk cetak datar offset gulungan system heat-set menggunakan kertas berlapis mengkilap ringan (Glossy LWC) yang sering dijumpai pada majalah-majalah luar negeri.
Parameter kertas yang dimaksud di atas adalah sebagai berikut:

No
Jenis Kertas
L*
a*
b*
Gloss
%
Gramatur
g/m2
1Kertas Berlapis Mengkilap
glossy coated wood-free paper
93
0
-3
65
115
2Kertas Berlapis Tidak Mengkilap

matt coated wood-free paper
92
0
-3
38
115
3Kertas Berlapis Mengkilap Ringan

glossy LWC paper
87
-1
3
55
65
4Kertas Tak Berlapis
uncoated white paper
92
0
-3
6
115
5Kertas Tak Berlapis

uncoated slightly yellowish paper
88
0
6
6
115

Toleransi:
±3
±2
±2
±5

Kondisi Pengukuran warna adalah: iluminant D50, 2° observer, 0°/45° geometry, black backing; pengukuran sesuai dengan ISO 8254-1:2003 metode TAPPI


Dan target warna hasil cetak sesuai dengan ISO 12647-2/Amd1 adalah:

Jenis Kertas
Warna
No 1 & No. 2
No 3
No 4
No 5

L*
a*
b*
L*
a*
b*
L*
a*
b*
L*
a*
b*
Black

K
16
0
0
20
0
0
31
1
1
31
1
2
Cyan

C
54
-36
-49
55
-36
-44
58
-25
-43
59
-27
-36
Magenta

M
46
72
-5
46
70
-3
54
58
-2
52
57
2
Yellow

Y
87
-6
90
84
-5
88
86
-4
75
86
-3
77
Merah

M+Y
46
67
47
45
62
39
52
53
25
51
55
34
Hijau

C+Y
49
-68
24
47
-60
25
53
-42
13
49
-44
16
Biru

C+M
24
16
-45
24
18
-41
37
8
-30
33
12
-29
Kondisi Pengukuran warna adalah:iluminant D50, 2° observer, 0°/45° geometry, black backing

Black
Cyan
Magenta
Yellow
Toleransi Deviasi
5
5
5
5
Toleransi Variasi
4
4*
4*
5*
*) kontribusi perbedaan warna (ΔH) harus dibawah 2,5

Posisi ISO 2846 dan ISO 12647
Sekarang sudah jelas bahwa nilai L*a*b* yang tertera di ISO 2846-1 adalah standar warna tinta cetak yang diatas materi kertas khusus untuk pengetesan, jadi hanya ada satu nilai L*a*b*; sedangkan ISO 12647-2 adalah standar warna hasil cetakan pada proses cetak dan materi cetak yang spesifikasinya sudah ditentukan, jadi untuk bagian 2 dari ISO 12647 saja sedikitnya ada 4 macam nilai L*a*b* untuk berbagai kertas yang dispesifikasikan, yaitu jenis glossy coated wood-free, matt coated wood-free, glossy LWC dan uncoated white.
Coba kita perhatikan satu contoh: Tinta warna Yellow yang mempunyai nilai 91/-5/95 sesuai dengan ISO 2846-1 setelah dicetak warnanya akan menjadi berbagai tampilan warna Yellow yang berbeda sesuai dengan metode dan kertas cetaknya, seperti: 88/-6/90; 84/-4/88; 86/-4/75 dan 86/-3/77.
Sesuai dengan standardisasi, secara otomatis penggunaan tinta cetak yang sudah sesuai dengan ISO 2846-1 akan menghasilkan hasil cetakan yang sesuai dengan ISO 12647-2 apabila parameter cetak lainnya memenuhi standar yang disyaratkan; demikian perlakuan yang sama terhadap ISO 2846-2 dengan ISO 12647-3.
Konklusi
Kedua standar ISO 2846 dan ISO 12647 memang berkaitan, namun penggunaan dan peruntukannya berbeda.
Standard ISO 2846 dipergunakan dalam industri manufatur tinta cetak dan atau yang belum lazim dipergunakan pada bagian penerimaan tinta cetak di percetakan (yang perlu diperhatikan pengukuran hanya dapat dilakukan setelah 24 jam tinta diuji-cetak).
Standard ISO 12647 dipergunakan dalam proses produksi pencetakan, ini meliputi antara lain: kurva reproduksi film separasi, plate cetak, penambahan nilai titik raster dan reproduksi warna dengan tinta proses CMYK (dalam menerapkan ISO 12647 sebaiknya tinta proses yang dipergunakan sudah memenuhi ISO 2846 terlebih dahulu, sehingga pengontrolan parameter cetak lainnya lebih mudah diatasi)
Mengacu pada penerapan standar tersebut oleh fabrikan-fabrikan tinta cetak internasional maupun percetakan-percetakan besar, sebagai pekerja grafika di Indonesia, saya menganjurkan agar kedua ISO tersebut dapat benar-benar diterapkan di Indonesia.
Penerapan standar internasional semacam ISO akan bermanfaat bagi percetakan sendiri, karena secara tidak langsung kompetensi operator cetak lebih baik dan nilai-nilai yang ada dalam standar tersebut dapat kita gunakan sebagai bagian dari kontrol produksi kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.